SUKSES GELAR ANBK,Raja ampat bukti komitmen tingkat muruh pendidikan di daerah terpencil

Kegiatan Sekolah Nasional Sekolah

waisai raja ampat , jurnalis smansara ,2025-08-27 

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun ini berhasil diselenggarakan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pelaksanaan yang berjalan lancar dan tertib ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memajukan dan menyetarakan mutu pendidikan, meski berada di wilayah kepulauan yang penuh dengan tantangan geografis.

ANBK yang merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) ini dilaksanakan pada [Tanggal Pelaksanaan, e.g., 25-26 September 2025] dan diikuti oleh siswa/i kelas 5 dan 9 dari seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah Raja Ampat.

Tantangan Geografis dan Solusi Teknologi

Sebagai daerah yang terdiri dari ratusan pulau, penyelenggaraan ANBK di Raja Ampat bukan tanpa halangan. Keterbatasan infrastruktur, akses internet yang tidak merata, dan jarak tempuh antar pulau menjadi tantangan utama.

Namun, Dinas Pendidikan setempat telah menyiapkan strategi khusus. Sekolah-sekolah yang terkendala akses internet melaksanakan ANBK secara offline, sementara untuk sekolah di pulau terpencil, pemerintah setempat memastikan pengadaan genset dan perangkat komputer memadai untuk kelancaran ujian.

“Kami tidak ingin ada satu pun siswa yang tertinggal. Tim teknis kami sudah berkeliling untuk memastikan semua perangkat siap digunakan. Semangat gotong royong dari kepala sekolah dan guru-guru sangat luar biasa,” ujar [Nama Kadis Pendidikan],Kepala Dinas Pendidikan Raja Ampat, saat dikonfirmasi.

ANBK Sebagai Pemetaan, Bukan Penilaian Individu

Sosialisasi gencar telah dilakukan kepada orang tua dan siswa untuk memahami bahwa ANBK berbeda dengan ujian nasional dahulu. Tujuannya bukan untuk menilai individu siswa, tetapi untuk memetakan mutu sistem pendidikan di setiap sekolah.

“Melalui ANBK, kami bisa mendapatkan data yang akurat tentang kondisi literasi, numerasi, dan karakter siswa kami. Data inilah yang akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ke depannya, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seperti Raja Ampat,” jelas [Nama Kadis Pendidikan] lebih lanjut.

Semangat Siswa dan Dukungan Penuh

Para peserta didik terlihat antusias dan serius mengerjakan soal-soal ujian. Meski beberapa mengaku nervous, mereka merasa senang dapat merasakan ujian berbasis komputer.

“Saya sudah berlatih sebelumnya. Soalnya menantang, tapi seru. Semoga hasilnya bagus untuk sekolah saya,” kata [ELIYAKI WANMA],salah satu peserta ANBK dari SD Negeri [SD NEGERI 1].

Keberhasilan penyelenggaraan ANBK di Raja Ampat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan komitmen yang kuat, disparitas pendidikan antara daerah perkotaan dan kepulauan dapat diperkecil.

Langkah Ke Depan

Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan internet dan fasilitas komputer di semua sekolah, serta meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, menindaklanjuti hasil diagnosis dari ANBK ini..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *